Dunia sudah berubah menuju arah serba digital. Rutinitas sebagian dari kita setiap pagi sehabis bangun tidur adalah mencari handphone, entah untuk mematikan alarm atau untuk membuka pesan-pesan yang masuk. Pasti banyak sekali notifikasi yang antri di layar handphone untuk dilihat, klik, dan baca. Ya, keseharian kita sudah tidak lagi lepas dari ratusan pesan-pesan yang masuk dari aplikasi yang kita miliki di smartphone. Dunia kita sudah serba digital. Dalam artikel ini kita akan membahas tentang dasar-dasar digital marketing untuk pemula. Di era digital saat ini, kemampuan dan pengetahuan tentang pemasaran melalui channel digital marketing sangat diperlukan. Pemahamanan dasar-dasar digital marketing tidak terbatas dan eksklusif untuk pelakunya saja, tapi juga bagi yang awam. Kenapa? Karena siapapun saat ini bisa menjadi digital marketers meskipun memiliki latar belakang ilmu yang berbeda. Contoh bagi para lulusan ekonomi bisa mencoba untuk bergabung dengan perusahaan Fintech atau Financial Technology, bahkan lulusan pertanian pun bisa menerapkan ilmunya di dunia Agritech alias Agriculture Technology. Bahkan bukan hanya sebagai pegawai, tapi bisa juga memanfaatkan peluang dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangan produk dan jasa.

TOPIC:

  1. Apa Itu Digital Marketing?
  2. Perbedaan Digital Marketing dan Tradisional Marketing.
  3. Tipe Digital Marketing Yang Populer.

APA ITU DIGITAL MARKETING?

Digital marketing atau diterjemahkan sebagai pemasaran digital adalah aktivitas sebuah brand dalam mempromosikan produk dan layanan melalui saluran digital, seperti media sosial, SEO, email, dan aplikasi. Segala bentuk pemasaran yang melibatkan perangkat elektronik dianggap sebagai pemasaran digital. Saat ini rasanya setiap brand wajib untuk beradaptasi dengan dunia digital melalui digital transformation. Kenapa penting? Karena pada kenyataannya konsumen saat ini sangat bergantung pada media digital untuk melakukan riset terkait produk atau jasa sebelum melakukan pembelian. Menurut HubSpot Research sekitar 77% pelanggan melakukan pencarian dan riset secara online sebelum bertransaksi. Sementara itu, 51% pelanggan mengatakan mereka menggunakan Google untuk mempelajari informasi tentang sebuah produk sebelum membelinya. Dengan menerapkan strategi digital marketing, kita sebagai brand dapat mengumpulkan berbagai data dan informasi berharga tentang perilaku target audience. Bingung? Contohnya seperti ini. 

  • Ketika ada seseorang memasuki sebuah website dan register/sign up, ini adalah pintu awal untuk merekam data mulai dari nama, alamat email dan nomor telepon.
  • Setelah register/login, kemudian mereka mengunjungi beberapa halaman website ataupun produk. Kita bisa mengetahui halaman apa dan produk apa saja yang membuat mereka tertarik.
  • Jika pada akhirnya terjadi pembelian, maka kita bisa mendapatkan data alamat pengiriman, daya belinya, dan juga kategori produk yang disukai.

PERBEDAAN DIGITAL MARKETING DAN TRADITIONAL MARKETING

Sejak era Revolusi Industri abad ke-18 dan ke-19, teknik pemasaran atau marketing mengalami evolusi. Dulu kita melihat iklan di koran, sekarang kita melihat iklan di smartphone dalam genggaman tangan. Cara kita bertransaksi saat ini juga sudah berubah, tidak melulu menggunakan uang kertas, tapi cukup dengan digital wallet, virtual account, bahkan QR Code. Tim Beliveinc memiliki pengalaman seru ketika masih kecil. Dulu sangat malas sekali untuk datang ke pasar tradisional karena becek, kotor dan kumuh. Yang paling seru saat bermain ke pasar adalah ketika melihat orangtua melakukan tawar menawar dengan pedagang pasar. Banyak sekali toko kelontong yang menjajakan produk-produk yang serupa, tapi uniknya setiap toko tidak pernah sepi. Entah karena memang sudah memiliki pelanggan tetap, harga yang relatif lebih murah, atau sikap penjual yang baik hingga menarik simpati pembeli. Tapi sekarang kunjungan ke pasar tradisional selama satu tahun mungkin masih bisa masuk dalam hitungan jari saja. Aktivitas belanja lebih banyak dilakukan secara online, beli sayur bisa hanya lewat Whatsapp dengan pembeli dan dikirimkan ke rumah, atau cukup lewat beberapa aplikasi seperti Sayur Box atau Segari. Memasuki era digital, website dan social media sudah menjadi semacam etalase online, di mana semua orang bisa bisa secara bersamaan mengakses toko di seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia.  Lalu apa yang membedakan antara digital marketing dan traditional marketing? Silakan simak bagan berikut ini.

TIPE DIGITAL MARKETING YANG POPULER

Seiring perkembangan jaman digital marketing juga terus berevolusi dan berkembang dengan banyaknya jenis-jenis channel yang bermunculan. Contoh terakhir adalah TikTok yang bukan saja sekedar platform media sosial untuk berbagi video tapi juga menjadi platform Social Commerce. Instagram sebenarnya sudah lebih dulu memperkenalkan konsep social commerce, tetapi secara penggunanya masih kurang praktis.  TikTok mengintegrasikan social media dengan ecommerce di mana pengguna bisa berjualan atau melakukan transaksi dalam satu platform. Tentunya hal ini membuat aplikasi ecommerce dan marketplace harus berpikir ulang tentang cara mereka untuk mempertahankan pelanggannya.

Sources: https://markeetopedia.files.wordpress.com/2015/06/b9-digital-marketing-chart.png

Setiap channel digital marketing memiliki keunikan platform dan karakteristik pengguna yang berbeda satu sama lain. Maka dari itu, cara menyampaikan pesan di masing-masing channel akan berbeda implementasinya. Contoh, jangan menulis artikel panjang di dalam sebuah email, cukup selipkan judul dan highlight dari sebuah artikel untuk menarik perhatian pelanggan. Penting untuk diketahui juga bahwa tidak semua channel digital marketing cocok untuk setiap bisnis atau industri. Mungkin ada yang lebih cocok menggunakan LinkedIn daripada Instagram atau Tik Tok, tapi ada juga yang cocok menggunakan Facebook daripada LinkedIn. Tergantung dari target audience dan perilakunya seperti apa. Berikut ini adalah tiga tipe digital marketing yang menurut Tim Beliveinc sangat penting untuk dimiliki oleh setiap bisnis.

  • Website

Website marketing adalah strategi marketing dengan menggunakan website sebagai halaman utama melakukan penjualan produk, branding, memberikan informasi dan penawaran khusus kepada pelanggan. Cara brand berinteraksi dengan target audience sudah berubah. Media untuk mengakses informasi juga sudah berubah drastis, website menjadi salah satu pintu masuk konsumen potensial. Dengan memiliki website, maka akan memudahkan target audience menemukan keberadaan kita secara online. Dalam website kita bisa melakukan banyak aktivitas untuk membantu calon pelanggan potensial memasuki fase awareness, consideration, dan decision.

  • Content Marketing

Content Marketing adalah bentuk pemasaran melalui pembuatan dan distribusi konten yang informatif, menghibur, menginspirasi, dan membujuk target audience untuk berinteraksi melalui channel digital tertentu. Setiap harinya kita mengkonsumsi konten melalui berbagai macam channel, baik media digital maupun tradisional. Bayangkan  kita hidup di dunia tanpa konten. Dengan adanya content di website, blog, aplikasi, portal berita, dan lainnya akan memberikan nilai tambah dan daya tarik.

  • Social Media

Media sosial ada di mana-mana, jadi bisnis Anda harus aktif di beberapa platform berbeda. Tetapi, kunci dari social media marketing yang efektif bukan hanya sekedar memiliki akun saja, tapi mencari relevansi dan engage dengan audience yang tepat.  Penting untuk diketahui juga bahwa tidak semua channel social media marketing cocok untuk setiap bisnis atau industri. Mungkin ada yang lebih cocok menggunakan LinkedIn daripada Instagram atau Tik Tok, tapi ada juga yang cocok menggunakan Facebook daripada LinkedIn. Tergantung dari target audience dan perilakunya seperti apa.